JAKARTA – Di berbagai penjuru Indonesia, ada anak-anak yang setiap hari berangkat ke sekolah dengan membawa cita-cita dan mimpi besar. Di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi, semangat untuk belajar tidak pernah padam. Sebaliknya, semangat itu terus tumbuh dan menjadi harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Semangat itulah yang mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Sosialisasi dan Kampanye (Soskam) menghadirkan program ‘KPK Mengajar’ sebagai bagian dari rangkaian Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026. Melalui program ini, KPK ingin memastikan pendidikan berintegritas dapat dirasakan secara langsung oleh para peserta didik di berbagai daerah.
KPK hadir di sekolah-sekolah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), bukan sekadar memperkenalkan nilai-nilai antikorupsi, tetapi juga berbagi pengalaman, menumbuhkan semangat, serta menunjukkan kepada para siswa bahwa mimpi dan cita-cita mereka layak untuk terus diperjuangkan.
Pada tahun perdananya, ‘KPK Mengajar’ menjangkau 12 sekolah. Sebanyak 10 sekolah berada di sepanjang jalur JNBA di NTB dan NTT, yakni satu sekolah di Kabupaten Lombok Barat, satu sekolah di Kabupaten Timor Tengah Selatan, dua sekolah di Kabupaten Timor Tengah Utara, satu sekolah di Kabupaten Kupang, satu sekolah di Kota Kupang, dua sekolah di Kabupaten Sumba Timur, dan dua sekolah di Kabupaten Sumba Barat Daya. Sebagian besar sekolah tersebut dipilih karena memiliki cerita, tantangan, dan semangat yang khas dalam menyelenggarakan pendidikan di tengah berbagai keterbatasan.
Sementara itu, dua sekolah lainnya direncanakan berada di Kalimantan Tengah sebagai bagian dari praktik Integrity Project yang akan diperkenalkan pada KPK Student Camp 2026 pada September mendatang.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi harus menjangkau seluruh anak Indonesia tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
“Di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi, nilai-nilai integritas menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Budi.
Salah satu pelaksanaan ‘KPK Mengajar’ telah berlangsung di Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 4 Lombok Barat dalam rangkaian JNBA di NTB pada 12-15 Juni 2026. Selain menjadi bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional, kisah perjuangan para siswa di sekolah tersebut menjadi alasan kuat bagi KPK untuk hadir, belajar bersama, dan berbagi pengalaman dengan mereka.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi tidak mengenal batas. Setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, dan nilai-nilai baik yang akan menjadi fondasi mereka di masa depan,” tegas Budi.
Program ‘KPK Mengajar’ dilaksanakan secara sederhana namun penuh makna dengan melibatkan Insan KPK sebagai pengajar. Kehadiran mereka tidak semata untuk menyampaikan materi, tetapi juga menjadi mitra belajar yang berbagi pengalaman, mendengarkan cerita dan pandangan para siswa, serta membangun kedekatan melalui interaksi dan komunikasi dua arah.
Selain kegiatan pembelajaran, sejumlah sekolah juga akan menerima bantuan laptop melalui kerja sama dengan mitra pembangunan internasional, Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), serta dukungan dari Bank Mandiri. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat proses belajar mengajar sekaligus memperluas akses pendidikan bagi para peserta didik.
Meski kontribusi yang diberikan mungkin belum besar, KPK berharap kehadiran ‘KPK Mengajar’ dapat menghadirkan dampak nyata bagi sekolah-sekolah yang disinggahi. Program ini juga diharapkan menjadi pemantik bagi berbagai pihak untuk ikut memberikan perhatian dan kontribusi bagi sekolah-sekolah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
“Lewat langkah kecil ini, KPK berharap semangat integritas dapat tumbuh seiring dengan tumbuhnya kepedulian sosial. Kami ingin anak-anak ini tetap percaya bahwa mimpi mereka layak diperjuangkan dan bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam meraih masa depan yang lebih baik,” pungkas Budi.(***)


